Obama telah terpilih dan telah dilantik sebagai presiden amerika, seluruh masyarakat, bukan saja masyarakat Amerika tapi seluruh dunia, menaruh harap dipundaknya. Membawa Amerika dan dunia kedalam situasi yang tentram, dan damai. Obama punya tanggung jawab besar atas semua itu, karena sebagaimana kita tahu bahwa Amerika belum tergeser kedudukannya dipermukaan bumi ini sebagai polisi dunia yang bisa dengan gampangnya menghukum Negara-negara yang melanggar Hukum Internasional (menurut defenisi AS).
Afghanistan, Irak, telah menjadi sasaran hukuman oleh Polisi dunia ini, dengan isu mensupport teroris, kedua Negara ini di luluh lantakkan oleh rudal-rudal dan meriam-meriam tentara AMerika serikat dan sekutu-sekutunya. Walaupun sebenarnya Amerika pun melanggar Hukum Internasional, membunuh rakyat sipil (non-kombatan) tapi karena Amerikalah yang berhak mendefinisikan Hukum Internasional maka PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) sebagai organisasi dunia tidak mampu memberikan sanksi pada Amerika.
Sedangkan Israel yang telah berpuluh-puluh tahun bercokol di negeri kaum muslimin palestina, menjadi anjing kesayangan Amerika. Setiap tahun duit /rencana anggaran Amerika pasti disisihkan untuk Israel dan digunakan untuk membunuhi dan menggusur rakyat-rakyat muslim palestina dari tanahnya.
Betul-betul sudah nyata sekali didepan mata kita, defenisi-defenisi symbol yang diberikan oleh Amerika untuk dunia ternyata hanyalah alat dari keserakahan dari watak imperialism amerika. {Globalisasi, war on terrorism, “demokrasi” dan “HAM”}.
Obama sudah dilantik akan tetapi, Obama tetaplah Obama dan Amerika tetaplah Amerika dengan kapitalismenya. Kanda Wawan, mahasiswa HI 2003, pernah berucap bahwa, untuk merubah pemerintah maka ikut pemilu, jika ingin merubah pemerintahan maka harus mulai dari bawah (masyarakat), atau bisa diistilahkan reformasi/revolusi.
Nah, Obama hanyalah seorang reformis, karena dia hanya akan merubah prilaku atau strategi negaranya dalam menghadapi berbagai persoalan dan mendapatkan national interest nya, akan tetapi ia bekerja dibawah spirit Negara Amerika yaitu capitalism yang kita sudah tahu jelas kebobrokannya.
Untuk merubah Amerika maka harus ada Great Man (orang-orang besar) (Thomas Carlyle, dalam Rekayasa Sosial, Jalaluddin Rahmat) membawa visi dan spirit yang besar untuk perubahan yang fundamental bagi Amerika Serikat (Revolusi). Atau kalau tidak, Amerika harus dibebaskan dari jeratan system yang merusak dan tidak manusiawi. Dan hanya Negara besarlah yang mampu untuk itu. Siapa yang mampu ?, jawabannya adalah negara yang tidak tergantung pada Amerika dan sesamanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar