
Beberapa hari yang lalu disuatu pagi kuingin menggoreng ikan Kuambilllah peralatan-peralatan gorengku, korek gas, ikan-ikan sekitar 7 potong, juga kompor yang sudah siap. Ikan-ikanku itu semua sudah kucuci bersih untuk siap digoreng. Tapi saat ku menggoreng , ikan belum masak, eh ternyata api semakin lama semakin redup. Dan ketika kuperiksa minyaknya memang minyak sudah habis. Kuberfikir untuk membeli minyak tanah, tapi setelah keliling-keliling ke semua kios ternyata tidak satupun bahkan tak setetes yang ada.
Kusinggah disebuah warung, saya banyak berdiskusi dengan pemiliknya, dia sebenarnya orang bulukumba dari logatnya saja logat kajang. Saya bertanya padanya apakah memang kurang minyak saat ini?. pemilik warung mengatakan bukan lagi kurang tapi hampir dikatakan tidak ada karena minyak yang ada itu bukan lagi didistribusikan di kota tapi dibawa ke desa. Alasannya katanya karena orang-orang kota sudah diwajibkan untuk mengganti bahan bakarnya dengan gas yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah. Sehingga meskipun sipenjual ini tetap menjual minyak tanah tapi minyak tanah itu dibawa dari desa, di Bulukumba.
Setelah kupamit kuberpindah lagi ke tempat yang lain disitu juga kubeli lauk. Kucoba sedikit bertanya tentang konversi bahan bakar ini. mereka bilang, mereka untung dari konversi ini, dengan hitungan harga elpiji enam kilo seharga 150 ribu rupiah dan isi ulang hanya 15.000 rupiah. Dibandingkan dengan menggunakkan minyak yang karena dia penjual makanan sehingga harus menghabiskan sekitar 4 liter perhari dan katanya jika 4 liter dikalikan dengan harga 8.000 rupiah minyak/liter saat ini artinya 32.000 rupiah. Artinya dengan gas penjual ini bisa mensave 15.000 uang nya tuk beli minyak. Sangat rasional menurutku.
Kita sudah mendengar bagaimana orang-orang kecil melihat fenomena ini, saya dan para penjual itu adalah bagian dari orang-orang yang pasti terkena imbas dari segala sesuatu yang terjadi di negara Indonesia ini, sudah pasti. Ada apa dengan semua ini kenapa harus ada konversi dari minyak ke gas dan kenapa juga harus dipaksakan dengan membuat kebijakan dsitribusi hanya focus ke desa sementara kota tidak.
Pertanyaan ini sebenarnya sudah masuk ke ranah kebijakan artinya analisis kinerja pemerintahan yang harus kita telisik lebih dalam. Berbicara tentang kondisi sumber daya alam utamanya kesediaan minyak di negara kita sebenarnya negara kita sangat kaya dengan potensi minyak yang sangat besar meskipun memang dari tahun ketahun terjadi penurunan produksi terus menerus seperti menurut data dari departemen ESDM , Energi dan Sumber Daya Mineral bahwa cadangan minyak indonesia ditahun 1991 sebesar 6miliar barel dan tahun 2006 sisa 4,39 barel. Sementara dalam hal produksi masih dari data ESDM disebutkan bahwa tahun 1997 produksi minyak indonesia masih 1,64 juta barel perhari dan tahun 2007 sisa 0,95 juta barel/hari.
Memang kalau kita bandingkan dengan kebutuhan indonesia saat ini antara minyak yang sekitar 1,2 juta barel perhari dengan produksi yang tidak cukup 1 juta barel pasti indonesia akan kekurangan beberapa ratus ribu barel dan pastinya kalau tidak bisa mencukupi produksi dalam negeri indonesia harus mengimpor untuk mencukupi deficit tersebut. Menurut pengamat perminyakan, QUrtubi, Indonesia mengalami hal seperti ini karena ada dua alasan; pertama, produksi minyak kita semakin menurun sementara permintaan semakin meningkat, yang kedua, cadangan minyak dalam negeri tidak bertambah.
Kalau begitu kita mungkin akan berfikir, ya tidak apa-apalah kalau gitu inikan sudah alamiah. Kekurangan minyak indonesia karena memang dari produksinya sudah kurang, kurang lebih seperti itu mungkin pendapat awam kita. Tapi, kalau lebih jauh lagi kita memandang ternyata banyak hal yang tidak beres, ternyata indonesia yang seharusnya tinggal mengimpor 350 ribu barel/perhari ternyata tidak demikian faktanya. Indonesia masih harus mengimpor sekitar 60% konsumsi minyak dalam negerinya. Artinya indonesia masih harus butuh sekitar kurang lebih 700 ribu barel/hari.
Kenapa bisa demikian, kita bisa mengatakan ini kontradiktif, produksi indonesia 0,95 juta barel/hari tapi kok masih harus mengimpor lebih seperdua dari produksinya. Nah inilah masalahnya, ternyata produksi minyak di indonesia bukan satu-satunya diproduksi oleh pemerintah indonesia sendiri atau BUMN dalam hal ini Pertamina. Tapi, sudah banyak perusahaan-perusahaan asing yang masuk ke Indonesia ikut mengeksploitasi sumber daya alam indonesia sebutlah Chevron Pacific Indonesia (CPI), TOTAL, Exspan, Conochophilips, Petrochina, Vico, Exxon mobile, dan sebagainya. Hebatnya lagi mereka menguasai 90% produksi minyak bumi di bumi nusantara ini.
Dari kebutuhan 1,2 juta barel perhari indonesia dengan Pertaminanya hanya mampu memproduksi sekitar 108.233 barel perhari jauh dibawah Chevron yang memproduksi 425.478 barel perhari. inilah kenapa sangat sulit sekali kita mendapatkan minyak di Indonesia sekarang ini dan kenapa harus konversi ke gas menurut hemat saya karena semakin banyak masyarakat menkonsumsi minyak maka semakin banyak pula pemerintah harus beli minyak dari luar artinya keuangan negara akan terus menipis. Gas mungkin masih dianggap sebagai solusi untuk sementara maka dipilihlah gas sebagai pengganti minyak.
Inilah salah satu bukti bahwa memang pemerintah kita sudah tidak menghiraukan nasib masyarakatnya. Perusahaan-perusahaan swasta bebas masuk ke negara kita dan menghisap sumber daya alam indonesia dengan tanpa memberikan untung apa-apa itu juga karena didukung secara legal oleh pemerintah dengan undang-undang yang telah dibuat. UU Migas yang menurut Qurtubi adalah undang-undang pesanan dari IMF, UU Privatisasi. semua undang-undang ini adalah undang-undang yang isinya memberikan isin bagi pengusaha-pengusaha swasta untuk mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia.
Jumlah produksi sekitar 950 ribu barel minyak bumi perhari tapi kita masih mengimpor sekitar 700 barel perhari. karena kita memang, pertamina, hanya mampu memproduksi hanya seratus ribuan perhari. dimana yang delapan ratus kenapa bukan kita yang pakai. Ini haknya swasta yang telah mengelolanya.
Indonesia belum betul-betul menjadi pasar minyak bumi yang bebas dan masih dikontrol oleh pemerintah dengan pertaminanya sehingga pengusaha swasta tidak bisa bersaing dengan pertamina, bukan karena kualitas beda tapi harga indonesia masih dikontrol oleh pemerintah sehingga masih relative murah dibanding milik swasta yang ikut pada mekanisme pasar. Jadinya para pengusaha swasta tersebut cenderung menjual minyaknya dipasar dunia dan bukan untuk indonesia. Dan jika suatu saat indonesia sudah betul-betul mengikut ke pasar dunia dan pemerintah tidak mau tahu lagi maka siap-siaplah kita akan menghitung berapa ratus juta lagi masyarakat yang akan bertambah susah hidupnya, karena BBM menjadi salah satu yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. maka saatnya kita memberi tahukan hal ini pada semua orang untuk membuat mereka tidak nyaman dan berontak akan keadaan yang semakin buruk supaya perubahan bisa cepat terjadi, allahu akbar. ****
Minggu, 06 Desember 2009
Minyak Memang Bukan Untuk Kita, Maka Rebutlah
Jumat, 04 Desember 2009
Mungkinkah Mereformasi PBB?

Saat ini PBB sudah berumur sekitar 63 tahun, seumur dengan kemerdekaan Indonesia, tentunya banyak hal yang sudah dilakukan oleh PBB dalam menjalankan visinya sebagai agen perdamaian dunia dan untuk kesejahteraan bersama. Hanya saja dalam perjalanannya ternyata PBB masih saja belum bisa berbuat adil dalam memperlakukan antara negara maju dan negara berkembang. Hal ini juga sudah pernah dikeluhkan oleh pemimpin Libya, muammar qadafi akan hal ini. dan bahkan presiden Iran sendiri mengajukan usul untuk mereformasi struktur dari PBB.
Resahnya berbagai pemimpin negara –negara didunia utamanya negara berkembang atas kinerja PBB yang diskriminatif dan cenderung berfihak pada negara-negara besar memang menjadi alasan yang kuat untuk mereformasi lembaga internasional ini. kalau kita ingin membuka fakta-faktanya banyak sekali kekurangan-kekurangan yang ada dalam tubuh PBB itu sendiri. Seperti sistem hak veto yang hanya memberikan privilege pada 5 negara menjadikan PBB sebagai alat dari negara-negara besar untuk bersaing mendapatkan kepentingannya. Pada saat perang dingin Uni Sovyet banyak menjatuhkan veto atas resolusi yang dikeluarkan oleh dewan keamanan PBB karena itu menyangkut kepentingannya. Awal tahun 2009 lalu saat Israel memborbardir Palestina resolusi PBB untuk mengecam tindakan brutal Israel di Veto oleh Amerika Serikat.
Di mahkamah internasional yang merupakan bagian struktur dari PBB sendiri tidak bisa berbuat banyak dalam menegakkan hukum internasional. Memang betul mahkamah internasional sudah banyak melaksanakan hukum internasional, seperti menetapkan Mantan pemimpin Serbia-Bosnia, Radovan Karadzic,sebagai orang yang telah bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan umat muslim bosnia di tahun 1990an. Juga menetapkan Umar Al-Bashir pemimpin sudan sebagai orang yang telah melakukan pembantaian ribuan orang di Sudan. Tapi, penetapan hukuman ini hanya untuk negara-negara yang tidak ada hubungannya atau tidak bersentuhan dengan kepentingan negara-negara maju pemilik hak veto. Dan juga negara pemilik hak veto sedikitpun tidak tersentuh akan hukum internasional.
Amerika serikat disaat menginvasi Afghanistan dan Irak sudah sangat jelas melakukan berbagai pelanggaran hukum humaniter internasional, seperti, pembunuhan rakyat sipil, penggunaan senjata kimia, ditambah lagi tanpa melalui persetujuan PBB. Israel yang AS ada di belakangnya juga berlaku tidak jauh beda kejamnya dengan Amerika Serikat. Tapi tidak ada yang mampu yang menyeret negara ini ke mahkamah internasional karena rencana resolusi kecaman saja sudah di veto.
Mereformasi PBB
Mereformasi PBB menurut saya adalah sesuatu hal yang bisa dikatakan sangat sulit. akan sangat sulit untuk membujuk negara-negara pemilik hak veto di dewan keamanan untuk merubah sistem yang ada di PBB. Apalagi Amerika Serikat yang paling banyak diuntungkan oleh PBB ini utamanya dalam melanggengkan imperialismenya.
Disisi lain, negara-negara berkembang yang seharusnya berteriak akan ketidakadilan PBB mereka juga tidak mampu untuk melakukan itu karena, mereka sudah dilemahkan oleh Amerika Serikat lebih dulu. Caranya adalah Amerika Serikat menggunakan bantuan hutang kepada negara-negara berkembang untuk memasukkan kebijakannya ke negara-negara itu dan juga untuk mendukung suara Amerika Serikat di forum PBB. Sampai saat ini negara-negara berkembang bisa dikatakan mayoritas yang pro pada Amerika Serikat dan hanya sedikit yang mampu melawan, itupun hanya sebatas ucapan di mulut saja.
Reformasi PBB masih sangat jauh dari harapan apalagi yang menjadi pemimpin sebenarnya dalam politik internasional saat ini adalah liberalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat. PBB pun tidak punya taji untuk menghadapi tingkah lakunya.
Harapan perubahan PBB itu mungkin saja bisa terjadi jika semua negara-negara berkembang melepaskan diri dari konsep neoliberalisme. Dan memajukan negaranya baik dalam bidang politik, ekonomi, dan militernya dengan ideologynya sendiri. dan memang harus ada yang mulai. dan saya harap indonesia, Amin
Globalisasi dan Proses Pemiskinan Negara Berkembang

Setelah perang dunia dua negara-negara yang ada di eropa hancur lebur dari segala aspek, ekonomi, militer dan politik. Ini yang menjadikan negara-negara Eropa yang dominan adalah negara colonial dan memiliki daerah jajahan diberbagai belahan dunia terpaksa harus keluar dari wilayah-wilayah jajahannya. Kemudian berdirilah negara-negara baru di benua Afrika, Asia dan Amerika.
Tentunya sebagai negara-negara yang baru berdiri mereka butuh sesuatu untuk membangun negaranya untuk menunjang pembangunan negaranya. Di sinilah amerika serikat mengirimkan agen-agennya untuk mempengaruhi pemikiran pemimpin negara-negara yang baru berdiri ini untuk bekerjasama dengan Amerika Serikat. Hal ini diungkap dengan jelas oleh seorang mantan agen atau disebut bandit ekonomi, yang bernama John Perkins dalam bukunya, Confession of an Economic Hitman.
Dalam bukunya Perkins mengungkap perselingkuhan korporasi, pemerintah dan intelektual untuk menguasai sebuah negara. para intelektual-intelektual tersebut mendatangi setiap negara-negara yang baru merdeka; memperkenalkan konsep pembangunan dengan melakukan pembangunan infrastruktur sebanyak-banyaknya , jalan raya, pelabuhan, bandara pembangkit listrik dsb.
Negara-negara yang kemudian menyetujui hal tersebut akan diberikan hutang dari institusi keuangan global, IMF, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia. Hutang inipun tidak secara gratis diberikan tapi diikuti dengan berbagai persyaratan-persyaratan atau disebut Structural Adjustment Program . Program penyesuaian struktural dimana setiap negara penghutang harus tunduk pada aturan-aturan liberalisme; pengurangan peran negara dalam pengelolaan sumber dayanya, membuka usaha-usaha milik negara untuk dimiliki oleh pihak swasta, Privatisasi, merevisi undang-undang yang dianggap menghambat korporasi, deregulasi dan banyak lagi kebijakan-kebijakan lainnya. sampai saat ini pola-pola kerja Amerika Serikat dalam berekspansi secara ekonomi dengan cara-cara tadi.
Negara Berkembang terjebak Permainan Globalisasi Kapitalisme
Di Meksiko, tahun 1982 Meksiko mengumumkan bahwa negaranya krisis utang, dimana meksiko tidak mampu lagi membayar utangnya. Maka, Meksiko mengundang IMF untuk memberikan bantuan atasnya. Saat itu IMF memberikan sekitar 3,9 miliar dollar As dengan persyaratan yang telah dibuat oleh lembaga ini seperti, reformasi pasar, pemotongan subsidi dan privatisasi.
Sejak tahun 1983 meksiko sudah memprivatisasi sekitar 1000 BUMNya hal ini sangat menyiksa masyarakat meksiko karena mereka harus membeli produk swasta yang pasti mengejar keuntungan. Dalam hal pemotongan subsidi. Masyarakat Meksiko rela untuk meninggalkan profesinya sebagai petani jagung karena pemerintah tidak lagi memberikan bantuan yang memadai bagi mereka. Juga, serbuan produk jagung yang murah dari AS yang sudah disubsidi membuat produk lokal tidak bersaing.
Di Afrika lain lagi ceritanya, sebagai negara-negara yang terkenal dengan tingkat penderita AIDS yang sangat tinggi negara-negara di Afrika, negara ini mau tidak mau harus menerima tawaran dari lembaga-lemabaga donor internasional dan yang pasti kesepakatan-kesepakatan tentang Structural adjustment program tidak pernah ketinggalan.
Pembayaran hutang saja oleh negara-negara Afrika itu sudah menguras sebagian dari anggaran pembelanjaan negara. Tanzania sebagai salah satu negara di Afrika, delapan persen rakyatnya menderita AIDS, tahun 1993 tanzania harus membayar sekitar 3,1 persen produk domestic brutonya untuk pembayaran hutang dan hanya 1,3 persen untuk layanan kesehatan.
Dalam penerapan kebijakan-kebijakan yang lain seperti pengurangan subsidi, hal ini juga semakin memperparah kondisi negara-negara di Afrika. Pengurangan subsidi pertanian di Zimbabwe telah menaikkan harga pangan di negara tersebut sehingga masyarakat harus mengurangi jatah makan mereka menjadi dua kali sehari. Ini sangat membuat masyarakat menjadi malnutrisi dan semakin memperbesar kemungkinan AIDS akan terus mewabah . salah seorang direktur AIDS PBB, Dr. Peter Piot mengatakan bahwa “ penyesuaian struktural meningkatkan masalah-masalah tertentu bagi pemerintah karena kebanyakan dari factor-faktor yang memicu wabah AIDS adalah juga factor-faktor yang terkena dampak program penyesuaian struktural.
Di Indonesia sebagai salah satu negara di Asia dan bersahabat baik dengan rezim kapitalisme global hingga saat ini jelas terlihat seberapa besar pengaruh dari structural adjustment program terhadap negara ini. awal-awal naiknya penguasa orde baru ke kursi kekuasaannya pemerintah baru ini dengan segera berpaling dan sangat pro terhadap kebijakan liberalisme yang ditawarkan oleh Amerika Serikat. Maka, pada tahun 1967 di sebuah pertemuan di Genewa, Swiss disponsori oleh sebuah korporasi besar, Long Life Corporation, disitulah Indonesia dibagi-bagi oleh para pemilik korporasi besar tersebut. Salah satunya adalah gunung emas di Papua yang diberikan kepada PT. Freeport Mc Moran.
Setelah itu berbagai kebijakan-kebijakan kemudian saling susul- menyusul ke Indonesia apalagi setelah krisis moneter 1998 dimana Indonesia harus kembali meminta petunjuk ke lembaga keuangan internasional, IMF. Indonesia semakin harus memberikan segala yang ada di dirinya untuk dinikmati oleh orang-orang asing dengan alasan hutang yang bersyarat. Undang-Undang Penanaman Modal ASing, Undang-Undang Privatisasi, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, kebijakn ekspor impor kesemuanya tidak lepas dari kepentingan-kepentingan kapitalisme global. Hasilnya adalah indonesia yang kaya raya hingga saat ini masih berkubang dalam lumpur hidup yang terus menerus menghisap dan akan membunuhnya. Hingga saat ini jumlah orang miskin di Indonesia yang menurut standar Bank Dunia US$ 2/perhari mencapai seperdua dari masyarakat Indonesia yang ada saat ini. belum lagi pelayanan sosial masyarakat, Pendidikan, kesehatan, dsb kesemuanya sangat memperihatinkan bagi kita sebagai orang Indonesia .
Globalisasi yang membawa nafas kapitalisme saat ini ternyata tidak memberikan dampak positif apa-apa bagi negara-negara berkembang.
Rabu, 19 Agustus 2009
resensi
DATA BUKU
JUDUL : Pragmatisme Sikap Hidup dan Prinsip Politik Luar Negeri Amerika
Penulis : Albertine Minderop
Penerbit : Yayasan Obor Jakarta
Tebal : 243 Hal, i-ix, 15 x 21 cm
Amerika serikat pasca perang dunia II tiba-tiba keluar sebagai raksasa dunia, yang mempunyai perekonomian yang sangat luar biasa pesatnya. Amerika Serikat setelah deklarasi kemerdekaan tahun 1776 sangatlah isolasionistik atau tidak terlibat dalam politik global. Akhir peran dunia II menandai berakhirnya politik luar negeri isolasionistik Amerika Serikat berganti dengan internasionalisme di mana amerika serikat banyak berperan dalam politik internasional. Pembentukan institusi-institusi internasional, PBB, IMF , IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) yang kemudian menjadi World Bank.
Amerika Serikat sebagaimana sering dipertontonkan oleh berbagai media pemberitaan, sangatlah arogan, dan cenderung memaksakan kehendaknya, berbagai konflik dan peperangan di dunia ini, utamanya pasca perang dunia II, Amerika Serikat banyak terlibat dalam peperangan itu baik keterlibatan militer AS ataupun bantuan-bantuan kepada fihak yang didukung oleh Amerika Serikat. Contohnya saja, peran korea, perang Vietnam, Perang Teluk, dan awal abad 21 ini Amerika, dengan isu war on terrorism menggempur dua negara di kawasana timur tengah hanya dalam rentang waktu yang tidak begitu lama, Irak dan Afghanistan.
Amerika Serikat adalah negara yang sangat banyak mengintervensi negara-negara lain, dan bahkan sebenarnya banyak melakukan pelanggaran hukum internasional. Itu semua tidak lain untuk kepentinan nasionalnya. Dan semua orang sepakat dengan perilaku Amerika Serikat sangatlah buruk dan patut untuk dibenci bahkan dilawan.
Buku ini menjelaskan kepada pembaca tentang doktrin-doktrin yang melandasi kehidupan masyarakat Amerika Serikat, tapi dalam buku ini difokuskan pembahasannnya pada hubungan budaya dan politik luar negeri Amerika Serikat.
Doktrin-doktrin yang ada dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat AS ini adalah doktrin yang dibawa oleh kaum-kaum pendatang eropa pada sekitar abad 16-17 M ketika mereka datang ke benua Amerika. Kaum-kaum pendatang ini kebanyakan dari Inggris yang terdiri atas kaum Puritan, Pilgrim, Calvinist, yang tidak setuju dengan institusi agama, Gereja Anglican, di Inggris dan kondisi sosial politik di Eropa yang sangat tertutup.
Kaum puritan inilah yang mengajarkan paham-paham kebebasan dan etos kerja di Amerika Serikat. Berlandaskan kepada doktrin kristen, bahwa kekayaan materi dan kesejahteraan hidup identik dengan anugerah tuhan terhadap umatnya, maka kaum puritan menganggap mesti dan harus setiap individu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mendapatkan kesejahteraannya dan juga mengatur diri mereka sendiri dan meminimalkan peran negara. Kaum puritan ini adalah inspirator paham liberalisme di Amerika Serikat kemudian termanifestasi dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat hingga kini dalam kehidupan sehari-harinya yang individualistik, kapitalistik dan demokratis.
The American Dream, Mayflower Compact, City Upon a Hill, dan Manifest Destiny; semua ini adalah doktrin-doktrin atau falsafah-falsafah hidup dari masyarakat Amerika Serikat dari sejak dari awal berdirinya hingga kini.
Gold (emas), kekayaan, Glory (kejayaan), Gospel (agama). Tiga prinsip ini adalah prinsip utama orang-orang eropa untuk kedatangannya di berbagai wilayah. Ini pula yang menjadi prinsip dalam kedatangannya di benua Amerika dan sangat mempengaruhi watak dari Amerika Serikat hingga kini kesemuanya menjadi The American Dream atau impian orang Amerika.
City Upon a Hill merupakan manifestasi dari Glory, kejayaan, menjadikan Amerika Serikat negara yang paling terhebat diseluruh dunia dan menjadi contoh untuk semua negara.
Manifest Destiny, sebagai manifestasi dari Gospel penyebaran agama atau penyebaran ideologi yang dianut oleh Amerika serikat.
Ideologi politik demokrasi yang dianut oleh Amerika Serikat dan dipraktekkan pertama kali dalam kontrak sosial yang dikenal dengan mayflower compact, Kapitalisme dalam bidang ekonomi, Individualisme dalam kehidupan sosial semua ini menjadi keyakinana rakyat Amerika Serikat bahwa negaranya bisa sebesar hari ini atau semaju sekarang ini karena ideologi liberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.
Amerika Serikat meyakini bahwa Demokrasi atau kebebasan adalah bersifat universal dan bukan saja untuk Amerika Serikat sehingga semua negara yang ingin maju seperti Amerika Serikat maka harus mengadopsi demokrasi. Dengan penekanana kata harus inilah Amerika Serikat dengan jalan apapun mendemokrasikan negara yang mereka inginkan.
Hanya saja yang kemudian menjadi kontroversi dari sikap atau idealisme Amerika Serikat ini seringkali banyak kebijakan-kebijakan luar negerinya yang saling bertentangan atau bermuka dua. Pada era pemerintahan Ronald Reagen (1981-1988), masih dalam suasanan perang dingin, Amerika Serikat memerintahkan kepada sekutunya di Eropa untuk menahan pipa gas alam dari Rusia. Tapi disisi lain Amerika Serikat membuka hubungan dagang dengan Rusia, ekspor gandum ke Rusia. Juga, pasca revolusi Iran 1979 Amerika Serikat sangat memusuhi Iran dan menuduhnya sebagai negara terroris, tetapi yang aneh karena ternyata Amerika Serikat tetap memasok senjata ke Iran dan dananya untuk membantu pemberontak Sandinista di Nikaragua. Demokrasi yang didengungkan oleh Amerika Serikat ternyata juga pilih kasih, banyak negara yang dipaksa menjadi Demokratis akan tetapi disisi lain bersahabat baik dengan negara yang monarki dan totaliter.
Albertine Minderop dalam bukunya ini menyebutnya sebagai sebagai Pragmatisme Amerika Serikat, motivasi yang penting saya untung tidak peduli apa kata orang. Ini juga menjadi budaya Amerika Serikat dan ini saling mendukung dan melengkapi nilai-nilai atau paham yang lain yang dianut Amerika Serikat.
Dengan prinsip kebebasan mencari keuntungan untuk diri sendiri Amerika Serikat Meyakini mampu menjadikan masyarakat menjadi sejahtera dan maju.
Buku ini pantas untuk dibaca oleh kaum Akademisi, intelektual dan pemerhati politik luar negeri Amerika Serikat.
Kamis, 09 April 2009
Confession Of an Economic Hit Man

DATA BUKU
JUDUL: John Perkins, Confessions of an economic hitman
PEnulis: John Perkins
Penerbit: Abdi Tandur
Tebal: 278 hal
Sekitar tahun 1960 tim-tim ekonomi dari amerika serikat sengaja untuk disebar ke negara-negara berkembang . Para ekonom ini akan melakukan berbagai penelitian tentang prospek pertumbuhan ekonomi di negara yang didatanginya. Dari hasil penelitian ini, pemerintah di negara yang bersangkutan akan diberikan, dengan harapan pemerintah akan menerima dan melaksanakan keinginan dari para ekonom tadi. jika pemerintah di negara yang bersangkutan tidak terbujuk dengan hasil proyeksi pertumbuhan ekonomi dari para ekonom tadi maka yang bergerak adalah sekelompok orang yang dijuluki sekelompok serigala untuk melakukan berbagai usaha untuk menggulingkan pemerintahan itu atau merekayasa sebuah pembunuhan . jika tahap kedua ini juga ternyata tidak berhasil maka tahap yang terakhir adalah pemerintah Amerika Serikat akan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk menginvasi negara itu.
John Perkins dalam bukunya ini menjelaskan bagaimana dia sebagai ekonom, Economic Hit Man, yang bekerja disebuah perusahaan konsultan ekonomi, MAIN, dengan timnya mengelilingi berbagai negara di Asia dan Amerika Selatan. tujuan utamanya adalah menjadikan semua negara-negara yang pernah didatangi mengalami ketergantungan kepada Amerika Serikat. dengan menggunakan teori ekonomi pembangunan, yang sederhananya adalah suatu negara akan mengalami pertumbuhan pesat dalam bidang ekonomi jika digalakkan pembangunan infrastruktur yang banyak seperti Bandara, pelabuhan, jembatan, pembangkit listrik dsb.
Negara-negara yang ditawari dengan hasil proyeksi ekonomi, yang notabene adalah negara-negara miskin, jika mereka menerimanya, maka akan ditawarkanlah juga bantuan-bantuan keuangan dari lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, World Bank dsb. dengan catatan industry-industry dan bahan-bahan yang digunakan adalah dari Amerika Serikat. Pada akhirnya dengan hutang yang terus menerus disuapi kepada negara-negara berkembang tadi menjadikan negara itu jatuh kedalam debt trap (jebakan hutang) yang mustahil untuk dibayarkan. disinilah Amerika Serikat akan diuntungkan dalam bidang politik, negara-negara dengan ketergantungannya akan gampang disetir oleh Amerika Serikat dalam berbagai kebijakan-kebijakan politiknya.
Para EHM ini pada umumnya mengalami banyak kesuksesan, seperti di Indonesia, untuk mengajak Indonesia jauh dari komunisme, Arab Saudi, Panama, dan Ekuador. akan tetapi para EHM ini harus menggigit jari ketika datang ke Irak sekitar tahun 1980, dibawah pemerintahan saddam Husain, negara ini tidak terpengaruh sama sekali berbagai rayuan dari para ekonom ini padahal potensi sumber daya alam dan letak geografis yang sangat strategis memungkinkan Amerika Serikat mendapatkan keuntungan yang sangat besar. sayangnya saddam Husain menolak semuanya dan barulah pada tahun 2003 setelah invasi illegal yang dilakukan oleh Ameriak Serikat, negara ini bisa masuk dan menghisap semua sumber daya alam yang sejak lama diidam-idamkan.
Di Amerika Latin, Perusahaan Amerika Serikat yang sudah sejak lama beroperasi di Ekuador Dan Panama, ketika pergantian kepemimpinan di kedua negara ini, ternyata yang memimpin adalah orang-orang yang sangat sadar terhadap kerugian yang diderita negaranya saat masuknya perusahaan asing kenegaranya. kerusakan lingkungan dan kemiskinan. dengan kesadaran ini presiden ekuador, Jaime Roldos, dan Panama, Omar Torrijos, membuat sebuah kebijakan yang sangat merugikan perusahaan-perusahaan AS. dan akhirnya kedua pemimpin ini meninggal dengan motif yang sama, kecelakaan pesawat. surat kabar diseluruh dunia menuduh CIA sebagai dalang dari pembunuhan ini.
John perkins, menganggap bahwa hubungan antara Industri, Bank Internasional, dan pemerintah AS yang sangat intim merupakan sebuah bentuk negara Corporatocracy yang siap melakukan apa saja demi keuntungan politik dan ekonomi.
buku ini adalah sebuah buku pengakuan john perkins sebagai seorang EHM (penjahat ekonomi) perasaan bersalah dan berdosa mengharuskan dia, setelah berpuluh-puluh tahun menjadi EHM dan melihat sendiri kehancuran negara-negara yang pernah dia datangi , untuk membuat buku ini.
Selasa, 10 Maret 2009
REFLEKSI MAULID MUHAMMAD SAW
senin, 09 maret 2009, bertepatan dengan tanggal 12 rabi`ul awwal 1430 hijriyah, tanggal dan bulan tidak akan pernah kita lupakan sebagai seorang muslim karena tanggal dan hari itu adalah kelahiran seorang manusia suci yang mengembang suatu tugas membebaskan manusia dari segala bentuk penyembahan selain hanya kepada Allah Azza Wa jalla.
Dialah rasulullah Muhammad SAW, yang dalam sebuah syair dalam kitab Al-barzanji dikatakan bahwa :
“ انت شمس انت بدر انت نور فوق نور.
“Engkau adalah matahari dan bulan purnama, engkau adalah cahaya diatas cahaya”
طلع البدر علينا
“Telah Nampak bulan purnama atas kami”
Dengan risalah islam yang dibawanya mampu menerangi setiap sudut-sudut gelap dan kelam dalam kehidupan dan peradaban manusia.
dan hanya dengan risalah (Al-qur`an dan sunnah) itu pula yang dijadikan generasi-generasi setelahnya untuk membangun peradabannya.
Islam diperkenalkan oleh Muhammad Saw di Mekkah dengan prioritas merevolusi akidah atau keyakinan masyarakat “jahiliah” mekkah waktu itu. setelah sekitar 13 tahun di mekkah, pastinya dengan tantangan yang sangat berat dari petua-petua suku dan sekutu-sekutunya, beliau pun hijrah ke tasrib yang juga dikenal sebagai madinah, disinilah berawal sebuah peradaban baru Islam.
Rasulullah di madinah, dengan berasaskan pada wahyu yang diturunkan kepadanya menjalankan segala aktifitas kehidupan masyarakatnya, utamanya di bidang politik atau pengaturan urusan-urusan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial budaya pendidikan dan militer.
Dengan islam sebagai dasar pengaturan masyarakat Rasulullah sudah mencontohkan berbagai keberhasilan, kesejahteraan yang merata diseluruh penjuru, kesehatan yang terjamin, dan penaklukan-penaklukan yang terus diperluas.
Madinah memang patut dianggap sebagai negara modern pertama yang paling “demokratis” di permukaan bumi ini sebagaimana klaim seorang pakar, persamaan hak laki-laki dan perempuan, persamaan hak islam dan non muslim sudah betul-betul dirinci oleh rasulullah saw sebagai pemimpin di madinah, karena islam memang sudah memberikan hak penuh pada manusia dalam hal: harta, akal, keturunan, dan agama.
sepeninggal rasulullah SAW, yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabatnya, para tabi`in dan tabi`i tabi`in tetap menjadikan Al-Qur`an dan Sunnah sebagai pandangan hidup bukan saja spiritually tapi juga hal-hal yang berhubungan dengan urusan-urusan keduniawian atau pengaturan akan kehidupan.
cahaya islam terus menyebar dan selama 13 abad penaklukan-penaklukan terus dilakukan ke berbagai wilayah, sehingga islam kala itu tersebar melintas- berbagai benua, berawal dari asia, ke afrika sampai ke Eropa. percikan cahaya islam di eropa ini menginspirasi bangkitnya sebuah zaman baru di eropa dari Darkages (zaman kegelapan) ke Renaissance (pencerahan).
saat awal-awal bangkitnya eropa pasca renaissance islam mengalami kemunduran, apalagi ketika sudah bersentuhan dengan budaya-budaya barat yang sekuler. Islam juga sudah mulai mengadopsi berbagai pemikiran barat, dari sinilah dominasi dimulai dan akhirnya tahun 1924 pasca perang dunia I kekuasaan islam yang dipegang oleh kerajaan turki utsmani hancur dan wilayah kekuasaannya di bagi-bagi oleh penjajah inggris dan perancis.
begitulah sampai sekarang Islam masih tetap terpuruk setelah gemilang selama berabad-abad, dengan dibatasi sekat-sekat nasionalisme saudara-saudara seislam yang dibantai dan di tindas suatu negara tidak bisa ditolong oleh saudar-saudaranya di negara lain. tidak lain karena sekat-sekat itu yang membatasinya. lihatlah saja palestina, irak, Pakistan, afganistan, pemerintah negara-negara muslim tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan pembantaian yang terjadi di depan mata.
Cuma pidato yang bisa dilakukan, ya Cuma pengiriman bantuan sembako, dan obat-obatan. padahal masalahnya disana adalah kehancuran atas kemanusiaan, kehancuran atas nasib umat islam.
momen mauled rasulullah saw 12 hijriyah ini menjadi ajang di mana kita sebagai muslim harus introspeksi diri dan merapatkan barisan dalam perjuangan untuk membangkitkan kembali cahaya islam dengan obor khilafah islamiyah yang akan membawa sinar kemuliaan islam ke seluruh jagad raya ini.
semua mahluk pasti akan menyambutnya………
Jumat, 06 Maret 2009
Sengketa Kassi-Kassi

Kamis (5/3 /09) koalisi masyarakat sul-sel untuk kassi-kassi mengadakan aksi demonstrasi di anjungan pantai losari.
Demostrasi ini membawa isu tentang perlawanan masyarakat kelurahan kassi-kassi atas klaim seorang pengusah ,Rizal Tandiawan (pemilik PT.Sinar Galesong Pratama) bahwa tanah yang ditempati masyarakat kassi-kassi sekarang adalah tanah milik rizal yang dibelinya melalui lelang pada kantor lelang ujung pandang tanggal 14 maret 1996 yang sebelumnya dimiliki oleh Andi Nurhani Sulolipu.
Akan tetapi klaim itu dibantah oleh masyarakat kassi-kassi, warga mempunyai cerita bahwa sekitar tahun 90-an ketika warga miskin menguasai tanah di kassi-kassi,awalnya hanya masih berupa rawah-rawah. Akan tetapi dengan kerjasama diantara mereka, mereka terus menimbun wilayah itu sehingga layak untuk dihuni.
Tanah yang ada di kassi-kassi dibeli dari Andi Muda Daeng Serang (alm) melalui dua orang kuasanya yang msing-masing bernama Petta Indare dan s. Daeng tarring yang dibuktikan dengan perjanjian jual beli dan kwitansi pembayaran. Dan setelah setelah andi muda daeng serang meninggal pada than 1998 maka perjanjian jual beli itu diperkuat dengan akta notaris, antara ahli waris almarhum yang diwakili oleh Andi Usman Dg Sila bersama Andi Makkaraeng serang dengan masing-masing warga.
sengketa tanah antara oknum pengusaha Rizal Tandiawan sebagai penggugat dan warga masyarakat yang berdomisili di jl.beringin I, kelurahan kassi-kassi kecamatan rappocini, Makassar sebagai tergugat terus berlanjut sampai sekarang.
Daeng Musu`, warga kassi-kassi, ketika dimintai keterangannya setelah aksi demonstrasi mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat kassi-kassi sudah memenangkan perkara sengketa tanah ini, baik di pengadilan negeri Makassar maupun di pengadilan tinggi Makassar, akan tetapi rizal tidak puas dan terus membawa kasus ini ke mahkamah agung.
aksi demonstasi di anjungan pantai losari ditutup dengan pernyataan sikap oleh daeng musu` yang juga sebagai kordinator aksi.
