DATA BUKU
JUDUL : Pragmatisme Sikap Hidup dan Prinsip Politik Luar Negeri Amerika
Penulis : Albertine Minderop
Penerbit : Yayasan Obor Jakarta
Tebal : 243 Hal, i-ix, 15 x 21 cm
Amerika serikat pasca perang dunia II tiba-tiba keluar sebagai raksasa dunia, yang mempunyai perekonomian yang sangat luar biasa pesatnya. Amerika Serikat setelah deklarasi kemerdekaan tahun 1776 sangatlah isolasionistik atau tidak terlibat dalam politik global. Akhir peran dunia II menandai berakhirnya politik luar negeri isolasionistik Amerika Serikat berganti dengan internasionalisme di mana amerika serikat banyak berperan dalam politik internasional. Pembentukan institusi-institusi internasional, PBB, IMF , IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) yang kemudian menjadi World Bank.
Amerika Serikat sebagaimana sering dipertontonkan oleh berbagai media pemberitaan, sangatlah arogan, dan cenderung memaksakan kehendaknya, berbagai konflik dan peperangan di dunia ini, utamanya pasca perang dunia II, Amerika Serikat banyak terlibat dalam peperangan itu baik keterlibatan militer AS ataupun bantuan-bantuan kepada fihak yang didukung oleh Amerika Serikat. Contohnya saja, peran korea, perang Vietnam, Perang Teluk, dan awal abad 21 ini Amerika, dengan isu war on terrorism menggempur dua negara di kawasana timur tengah hanya dalam rentang waktu yang tidak begitu lama, Irak dan Afghanistan.
Amerika Serikat adalah negara yang sangat banyak mengintervensi negara-negara lain, dan bahkan sebenarnya banyak melakukan pelanggaran hukum internasional. Itu semua tidak lain untuk kepentinan nasionalnya. Dan semua orang sepakat dengan perilaku Amerika Serikat sangatlah buruk dan patut untuk dibenci bahkan dilawan.
Buku ini menjelaskan kepada pembaca tentang doktrin-doktrin yang melandasi kehidupan masyarakat Amerika Serikat, tapi dalam buku ini difokuskan pembahasannnya pada hubungan budaya dan politik luar negeri Amerika Serikat.
Doktrin-doktrin yang ada dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat AS ini adalah doktrin yang dibawa oleh kaum-kaum pendatang eropa pada sekitar abad 16-17 M ketika mereka datang ke benua Amerika. Kaum-kaum pendatang ini kebanyakan dari Inggris yang terdiri atas kaum Puritan, Pilgrim, Calvinist, yang tidak setuju dengan institusi agama, Gereja Anglican, di Inggris dan kondisi sosial politik di Eropa yang sangat tertutup.
Kaum puritan inilah yang mengajarkan paham-paham kebebasan dan etos kerja di Amerika Serikat. Berlandaskan kepada doktrin kristen, bahwa kekayaan materi dan kesejahteraan hidup identik dengan anugerah tuhan terhadap umatnya, maka kaum puritan menganggap mesti dan harus setiap individu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mendapatkan kesejahteraannya dan juga mengatur diri mereka sendiri dan meminimalkan peran negara. Kaum puritan ini adalah inspirator paham liberalisme di Amerika Serikat kemudian termanifestasi dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat hingga kini dalam kehidupan sehari-harinya yang individualistik, kapitalistik dan demokratis.
The American Dream, Mayflower Compact, City Upon a Hill, dan Manifest Destiny; semua ini adalah doktrin-doktrin atau falsafah-falsafah hidup dari masyarakat Amerika Serikat dari sejak dari awal berdirinya hingga kini.
Gold (emas), kekayaan, Glory (kejayaan), Gospel (agama). Tiga prinsip ini adalah prinsip utama orang-orang eropa untuk kedatangannya di berbagai wilayah. Ini pula yang menjadi prinsip dalam kedatangannya di benua Amerika dan sangat mempengaruhi watak dari Amerika Serikat hingga kini kesemuanya menjadi The American Dream atau impian orang Amerika.
City Upon a Hill merupakan manifestasi dari Glory, kejayaan, menjadikan Amerika Serikat negara yang paling terhebat diseluruh dunia dan menjadi contoh untuk semua negara.
Manifest Destiny, sebagai manifestasi dari Gospel penyebaran agama atau penyebaran ideologi yang dianut oleh Amerika serikat.
Ideologi politik demokrasi yang dianut oleh Amerika Serikat dan dipraktekkan pertama kali dalam kontrak sosial yang dikenal dengan mayflower compact, Kapitalisme dalam bidang ekonomi, Individualisme dalam kehidupan sosial semua ini menjadi keyakinana rakyat Amerika Serikat bahwa negaranya bisa sebesar hari ini atau semaju sekarang ini karena ideologi liberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.
Amerika Serikat meyakini bahwa Demokrasi atau kebebasan adalah bersifat universal dan bukan saja untuk Amerika Serikat sehingga semua negara yang ingin maju seperti Amerika Serikat maka harus mengadopsi demokrasi. Dengan penekanana kata harus inilah Amerika Serikat dengan jalan apapun mendemokrasikan negara yang mereka inginkan.
Hanya saja yang kemudian menjadi kontroversi dari sikap atau idealisme Amerika Serikat ini seringkali banyak kebijakan-kebijakan luar negerinya yang saling bertentangan atau bermuka dua. Pada era pemerintahan Ronald Reagen (1981-1988), masih dalam suasanan perang dingin, Amerika Serikat memerintahkan kepada sekutunya di Eropa untuk menahan pipa gas alam dari Rusia. Tapi disisi lain Amerika Serikat membuka hubungan dagang dengan Rusia, ekspor gandum ke Rusia. Juga, pasca revolusi Iran 1979 Amerika Serikat sangat memusuhi Iran dan menuduhnya sebagai negara terroris, tetapi yang aneh karena ternyata Amerika Serikat tetap memasok senjata ke Iran dan dananya untuk membantu pemberontak Sandinista di Nikaragua. Demokrasi yang didengungkan oleh Amerika Serikat ternyata juga pilih kasih, banyak negara yang dipaksa menjadi Demokratis akan tetapi disisi lain bersahabat baik dengan negara yang monarki dan totaliter.
Albertine Minderop dalam bukunya ini menyebutnya sebagai sebagai Pragmatisme Amerika Serikat, motivasi yang penting saya untung tidak peduli apa kata orang. Ini juga menjadi budaya Amerika Serikat dan ini saling mendukung dan melengkapi nilai-nilai atau paham yang lain yang dianut Amerika Serikat.
Dengan prinsip kebebasan mencari keuntungan untuk diri sendiri Amerika Serikat Meyakini mampu menjadikan masyarakat menjadi sejahtera dan maju.
Buku ini pantas untuk dibaca oleh kaum Akademisi, intelektual dan pemerhati politik luar negeri Amerika Serikat.
Rabu, 19 Agustus 2009
resensi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar