Kamis, 09 April 2009

Confession Of an Economic Hit Man


DATA BUKU
JUDUL: John Perkins, Confessions of an economic hitman
PEnulis: John Perkins
Penerbit: Abdi Tandur
Tebal: 278 hal

Sekitar tahun 1960 tim-tim ekonomi dari amerika serikat sengaja untuk disebar ke negara-negara berkembang . Para ekonom ini akan melakukan berbagai penelitian tentang prospek pertumbuhan ekonomi di negara yang didatanginya. Dari hasil penelitian ini, pemerintah di negara yang bersangkutan akan diberikan, dengan harapan pemerintah akan menerima dan melaksanakan keinginan dari para ekonom tadi. jika pemerintah di negara yang bersangkutan tidak terbujuk dengan hasil proyeksi pertumbuhan ekonomi dari para ekonom tadi maka yang bergerak adalah sekelompok orang yang dijuluki sekelompok serigala untuk melakukan berbagai usaha untuk menggulingkan pemerintahan itu atau merekayasa sebuah pembunuhan . jika tahap kedua ini juga ternyata tidak berhasil maka tahap yang terakhir adalah pemerintah Amerika Serikat akan mengirimkan pemuda-pemudanya untuk menginvasi negara itu.

John Perkins dalam bukunya ini menjelaskan bagaimana dia sebagai ekonom, Economic Hit Man, yang bekerja disebuah perusahaan konsultan ekonomi, MAIN, dengan timnya mengelilingi berbagai negara di Asia dan Amerika Selatan. tujuan utamanya adalah menjadikan semua negara-negara yang pernah didatangi mengalami ketergantungan kepada Amerika Serikat. dengan menggunakan teori ekonomi pembangunan, yang sederhananya adalah suatu negara akan mengalami pertumbuhan pesat dalam bidang ekonomi jika digalakkan pembangunan infrastruktur yang banyak seperti Bandara, pelabuhan, jembatan, pembangkit listrik dsb.

Negara-negara yang ditawari dengan hasil proyeksi ekonomi, yang notabene adalah negara-negara miskin, jika mereka menerimanya, maka akan ditawarkanlah juga bantuan-bantuan keuangan dari lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, World Bank dsb. dengan catatan industry-industry dan bahan-bahan yang digunakan adalah dari Amerika Serikat. Pada akhirnya dengan hutang yang terus menerus disuapi kepada negara-negara berkembang tadi menjadikan negara itu jatuh kedalam debt trap (jebakan hutang) yang mustahil untuk dibayarkan. disinilah Amerika Serikat akan diuntungkan dalam bidang politik, negara-negara dengan ketergantungannya akan gampang disetir oleh Amerika Serikat dalam berbagai kebijakan-kebijakan politiknya.

Para EHM ini pada umumnya mengalami banyak kesuksesan, seperti di Indonesia, untuk mengajak Indonesia jauh dari komunisme, Arab Saudi, Panama, dan Ekuador. akan tetapi para EHM ini harus menggigit jari ketika datang ke Irak sekitar tahun 1980, dibawah pemerintahan saddam Husain, negara ini tidak terpengaruh sama sekali berbagai rayuan dari para ekonom ini padahal potensi sumber daya alam dan letak geografis yang sangat strategis memungkinkan Amerika Serikat mendapatkan keuntungan yang sangat besar. sayangnya saddam Husain menolak semuanya dan barulah pada tahun 2003 setelah invasi illegal yang dilakukan oleh Ameriak Serikat, negara ini bisa masuk dan menghisap semua sumber daya alam yang sejak lama diidam-idamkan.

Di Amerika Latin, Perusahaan Amerika Serikat yang sudah sejak lama beroperasi di Ekuador Dan Panama, ketika pergantian kepemimpinan di kedua negara ini, ternyata yang memimpin adalah orang-orang yang sangat sadar terhadap kerugian yang diderita negaranya saat masuknya perusahaan asing kenegaranya. kerusakan lingkungan dan kemiskinan. dengan kesadaran ini presiden ekuador, Jaime Roldos, dan Panama, Omar Torrijos, membuat sebuah kebijakan yang sangat merugikan perusahaan-perusahaan AS. dan akhirnya kedua pemimpin ini meninggal dengan motif yang sama, kecelakaan pesawat. surat kabar diseluruh dunia menuduh CIA sebagai dalang dari pembunuhan ini.

John perkins, menganggap bahwa hubungan antara Industri, Bank Internasional, dan pemerintah AS yang sangat intim merupakan sebuah bentuk negara Corporatocracy yang siap melakukan apa saja demi keuntungan politik dan ekonomi.

buku ini adalah sebuah buku pengakuan john perkins sebagai seorang EHM (penjahat ekonomi) perasaan bersalah dan berdosa mengharuskan dia, setelah berpuluh-puluh tahun menjadi EHM dan melihat sendiri kehancuran negara-negara yang pernah dia datangi , untuk membuat buku ini.

Tidak ada komentar: